Sabtu, 04 Januari 2014

Mungkin, Tak Banyak Yang Tahu.

Siapa orangnya yang tidak akan mencintai dirinya sendiri ? rasanya tidak akan pernah ada. Semua orang pasti menyayangi dirinya sendiri. Meskipun toh dalam rayuan gombalnya ia akan mengatakan ‘aku cinta padamu, aku sayang padamu!’ Tapi yakinlah bahwa jauh dari lubuk hatinya ia akan katakan ‘tetapi aku lebih cinta pada diriku sendiri’. Ia boleh saja mengingkari kenyataan ini, dengan mengemukakan alasan yang bermacam-macam, dari yang rasio sampai yang tidak. Sebab kenyataan ini memang sering tidak di sadari.


Mencintai diri sendiri bukanlah suatu hal yang buruk, memang jika terlalu berlebihan bisa mengakibatkan sifat egoisme yang terlalu mementingkan diri sendiri. Tetapi dalam batas-batas kewajaran, hal ini memang bermanfaat bagi diri sendiri. Bahkan seseorang mestinya harus mencintai dirinya sendiri untuk memperoleh rasa percaya diri dan juga dapat menerapkan rasa bersyukur atas apa yang telah dirinya dapatkan.

Karena disini aku adalah seseorang yang sedang belajar untuk mencintai juga sedang benar-benar belajar bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan, aku akan sedikit menceritakan beberapa hal yang sudah seharusnya aku syukuri –khususnya di tahun 2013.

Bersyukur adalah hal yang wajib bagiku. Aku harap bagi kalian juga. Apa yang telah dicapai di tahun 2013 kemarin sungguh diluar dari apa yang difikirkan sebelumnya. Namun, ini adalah awal. Ini bukanlah puncak pencapaian, karena masih banyak harapan dan cita-cita yang harus di wujudkan di tahun 2014 ini. Aku lebih memilih menulis dibandingkan menggambar. Ya, karena aku ingin menjadi penulis. Dan ini adalah sebagian hasil pencapaianku di tahun 2013, dan akan menjadi cambuk untuk aku dapat menghasilkan karya lebih baik lagi di tahun ini.
 
13 Juli 2013 ‘Kejutan Sebelum Ramadhan #Proyek Menulis @nulisbuku’ 200 besar dari 800 peserta, dan dibuat dalam satu buku cantik dengan banyak gambar kupu-kupu.















Dan walau hanya menjadi sebagai nominasi Cerpen of The Month di www.cerpenmu.com pada bulan April 2013, aku tetap bersyukur karena cerpenku masuk dan mampu mengalahkan banyak cerpen karya penulis muda berbakat lainnya









Manusia sebagai makhluk sosial di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya akan selalu tergantung dengan manusia lainnya. Karena saling ketergantungan itulah maka menyebabkan munculnya kelompok-kelompok sosial. Tak dapat dipungkiri, begitu banyak kelompok atau dapat dikatakan geng di setiap sekolah, bukan hanya dilingkungan sekolah kini geng atau kelompok pun sering banyak ditemukan di tempat-tempat seperti perkantoran atau kompleks perumahan, itu membuktikan bahwa setiap individu berbeda dengan individu yang lainnya, dan mereka mencoba mencari teman yang dirasa satu frekuensi dengan dirinya. Dan ketika individu itu merasa telah mendapatkan teman lain yang dirasa satu frekuensi dengannya, maka terbentuklah satu kelompok atau geng. Dari  geng para cewek-cewek yang memiliki hobi serupa seperti belanja dan bergosip atau senang mengkoleksi tas mahal, geng para cowok-cowok yang memiliki hobi serupa pula seperti senang memainkan game yang sama atau hobi berolahraga, sampai geng yang dimana setiap individunya memiliki pemikiran yang sama yaitu belajar. Dan inilah kelompok atau geng yang setiap individunya satu frekuensi denganku. Kami biasa menyebutkan BIDADARI. Entahlah selain karna rupa kami yang cantik layaknya bidadari mungkin sifat dan tingkah laku kamipun tak jauh berbeda dengan Bidadari, mungkin. Susah-susah gampang menemukan mereka di antara 34 murid yang berada di kelas 12 IPA 5, namun takdir dan karena pemikiran kami yang selalu satu frekuensi –GOSIP,  itulah kami ber6 dapat bersatu. 
Baby, Diana, Helda, Putri Piyut, Virssa.
Selain mereka, yang menggapnya dirinya sebagai BIDADARI. Akupun memiliki geng atau kelompok lain yaitu ABABILS. 17 Desember 2011 kami terbentuk. Walau takdir hanya mengizinkan kami satu tahun untuk di tempatkan di kelas yang sama yaitu ketika kami berada di kelas X9, namun kami akan terus berjanji ‘UNTUK SELALU BERSAMA, SELAMANYA’
Gina,Mita,Putri
Kesuksesan sangat tergantung pada bantuan orang lain. Dalam bidang apapun juga kita tak dapat untuk bekerja sendiri. Yang satu selalu tergantung dengan yang lain. Dan jika ingin sukses kita harus dapat menjaga keharmonisan hubungan antara diri sendiri dan dengan orang-orang di lingkungan sekitar kita. Dan inilah keluarga keduaku.

SaveAs.
Dua tahun ini begitu berharga untukku dan untuk kami tentunya. Manis, pahit, asam, hambar sudah sering kami rasakan. Kehangatan dari rasa persahabatan dan kekeluargaan yang kental , rasa aman dan nyaman, permusuhan yang kadang timbul dari setiap kelompok –ya, kami memang keluarga dan kompak, namun tak dipungkiri kami pun mencoba untuk mencari teman yang satu frekuensi dengan kami , lalu perselisihan yang sering timbul dari setiap individu untuk selalu menjadi yang terbaik dalam setiap pelajaran, memberikan semangat ketika yang lain sedang membela kelas dalam pertandingan futsal, menggosipkan kelas lain, atau bahkan teman sendiri,   keberadaan si pintar terhadap si malas untuk membantu agar nilai tetap baik dan keberadaan si malas terhadap si pintar untuk mengingatkan agar tak sombong, saling memanfaatkan satu sama lain –tugas menggambar kami memiliki teman yang pintar menggambar, tugas menulis puisi kami memilki teman yang menyukai sastra, tugas kimia,fisika, matematika kami memilki murid yang benar-benar pintar dengan angka, dan kami selalu memanfaatkan satu sama lain, karna kami tahu bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, bahkan rasa cinta lokasi dan cemburu yang sulit untuk di jelaskan pun, selalu menjadi bumbu-bumbu dalam perjalan hidup kami selama berada di kelas dan sekolah yang paling baik ini. Dan semua itulah yang menjadikan kami sulit untuk melupakan setiap kenangan yang telah kami ciptakan setiap waktunya. Dan ini adalah motto kelas kami 'KEEP CALM CAUSE YOU'LL NEVER REMEDIAL ALONE'. Keren bukan ?

“Manusia adalah makhluk yang menyejarah. Ia akan hidup dan di bentuk oleh masa lalunya, dan berusaha menghidupi masa kini sambil berorientasi ke masa depan.” Manusia itu berproses. Dan aku yakin kelak nanti aku akan memiliki masa lalu yang mampu menjadi pengalaman berharga yang indah dan berkesan karena kini aku memiliki kalian dan karena aku bagian dari kalian.

‘VIVA SMANSA14’

ANGKATAN TERCINTA. ‘VIVA SMANSA14’. KALIAN AKAN TETAP MENJADI KELUARGA BESAR YANG HANGAT DAN SUKSES!

Oke, aku akan akhiri dengan menceritakan sekilas mengenai siapa aku dan hal apa saja yang tidak dan aku sukai. Mungkin bagi sebagian orang hal ini kurang atau bahkan sangat begitu tidak penting, namun untuk mereka sebagai secret admirer hal ini akan begitu membantu mereka untuk ya, sekedar menghilangkan rasa penasaran, mungkin. Hmm ko terlihat begitu ke pedean ya ?

Lanjut, aku adalah Fitri Nur Fadilah. 7 Juni 1996, itulah dimana Tuhan menitipkan aku kepada kedua orang yang begitu spesial, dan mereka itu adalah ibu dan ayah. Kasih sayang, sangat begitu aku rasakan melalui didikan dan juga dari setiap larangan mereka. Harus aku akui, banyak sekali larangan ketika aku kecil –bahkan sampai sekarang, dan alasan mereka tetap sama “karna kamu adalah perempuan.”
Apalagi oleh ayah, aku selalu menjadi pusat perhatiannya. Tak boleh main di jalan, tak boleh main jauh dari rumah, tak boleh main sampai  pukul 4 sore –padahal teman yang lain dapat bermain sampai habis magrib,  tak boleh banyak makan permen, tak boleh makan pedas, tak boleh minum air es, tak boleh naik sepeda, tak boleh naik sepeda motor, dan banyak larang lain yang lelaki itu tujukan pada anak perempuan satu-satunya ini. Dan mungkin karna larangan-larangannya itu, aku tumbuh menjadi wanita yang kurang pemberani, walau lelaki itu selalu mengingatkanku untuk menjadi perempuan yang berani. Yah, bagaimanapun aku akan tetap membuat lelaki itu bangga –dengan tetap mematuhi larangan-larangannya.

Aku adalah pecinta warna merah muda dan aku kurang begitu suka warna gelap –walau tak dapat di pungkiri aku suka laki-laki berkulit gelap *loh. Aku ingin menjadi penulis dan memiliki karya hebat. Aku selalu menulis diary. Aku penggemar Mickey Mouse. Aku fobia air. Aku benci serangga, juga binatang yang dapat terbang. Tapi aku mencintai kupu-kupu –hanya kupu-kupu. Aku kurang suka bahkan tidak bisa makan permen karet. Tapi aku suka permen yupi. Aku kurang menyukai minuman bersoda dan kafein, karna ada masalah dengan lambungku. Aku, Lebih menyukai saus tomat dibanding saus cabe. Lebih menikmati susu kedelai dibanding susu sapi. Lebih suka krim kacang dibanding krim stroberi. Lebih suka ayam goreng crispy dibanding ayam bakar. Lebih menikmati mie kuah dibanding mie goreng. Lebih senang menyanyi dibanding menari. Lebih mencintai menulis dibanding menggambar. Dan banyak hal lainnya.

Jadi, bagaimana ? dengan kacamata atau tanpa kacamata ? Rambut diurai atau diikat ? atau bahkan memakai jilbab ? sebenarnya aku tahu mana yang lebih baik. :)

Percintaan ? Rumit.

Percintaan ? Rumit. Di tahun 2013 ? Jika kalian dapat membaca buku diary dan kalian dapat membaca setiap kertas yang berserakan itu, kalian akan tahu. Karna ini begitu rahasia, bahkan mereka para ‘sahabat’pun tak tahu sepenuhnya bagaimana rumitnya kisah kasih yang aku alami.

Jumat, 27 Desember 2013

Aku Takut Akan Trauma



Hidup memang tak selamanya berjalan dengan mulus. Kenyataan kadang selalu tidak sesuai dengan apa yang telah kita harapkan. Setiap kali seorang pemenang muncul, sekian banyak yang kalah tergeletak dalam kekecewaan, penderitaan sementara kegagalan telah mendekapnya erat-erat.
Mungkin bagi sebagian orang ini sedikit terdengar agak berlebihan. Karna mengingat umurku yang masih dapat dikatakan belum pantas untuk terlalu memikirkan masalah jodoh atau pasangan hidup. Ya, kini usiaku baru akan menginjak 18 tahun dan aku adalah seorang murid SMA tingkat akhir. Namun, ini bukanlah masalah berapa usiaku dan masalah aku seorang murid SMA tingkat akhir yang akan menghadapi banyak ujian di sekolah, tapi ini adalah masalah perasaan, perasaan yang sulit teralihkan dengan buku-buku pelajaran tebal yang harus dipelajari. Perasaan yang kadang adalah hanya sebatas perasaan iri karna ligkungan, lingkungan yang mempertontonkan banyak pasangan yang kadang terlihat harmonis walau tak jarang selalu ada pertikaian. Namun, bagiku itu adalah hal yang menarik.
Hampir 3 tahun aku berada di tempat ini, tempat yang benar-benar dapat memberikan banyak pengalaman hidup. Tempat yang membuatku mampu untuk dapat mengecap indahnya persahabatan, kejamnya perselisihan, dan pahitnya percintaan. Tidak, aku sama sekali tidak salah karna telah menuliskan perasaan itu dalam pengalaman percintaanku di masa-masa SMA. Mereka yang merasa paling berpengalaman, mereka para senior, dan para orang tua selalu mengatakan bahwa kisah kasih yang akan aku dapatkan kelak akan terasa manis, hangat, dan tak akan terlupa. Sampai detik ini aku terus mencari kebenaran atas apa yang telah mereka ucapkan ketika hari pertamaku mengenakan seragam putih abu. Dan kini pengalamanku selama 3 tahun telah membenarkan semua ucapan itu,  pahit bukan manis, sakit bukan hangat, dan memang tak akan terlupa hingga menjadi trauma.
Semua makhluk di atas bumi ini tidak mungkin akan tidak pernah tidak terlanda atau terserang rasa khawatir. Sebab rasa khawatir tidak pandang bulu. Entah itu anak kecil, remaja, orang tua, pejabat, rakyat jelata, maupun gelandangan. Bahkan flora dan fauna pun merasakan rasa khawatir ini. Dan kini aku khawatir, aku takut, aku akan trauma dengan banyak kisah percintaan pahit yang telah aku dapatkan selama aku menjadi murid SMA.
Dicampakkan, harapan palsu, di jadikan yang kedua adalah beberapa dari banyaknya pengalaman pahit itu.
Di campakkan. Itu adalah hal yang paling menyesakkan. Bagaimana tidak ? pengalaman itu aku dapatkan dari seorang pria berperawakan tinggi, kulit agak hitam, dan mata yang sipit. Pria yang sempat menarik perhatianku. Pria yang –aku fikir, sempat dekat denganku. Aku fikir ? ya, karna aku takut kedekatan kita dulu hanyalah perasaanku saja.
Kami sempat dekat –semoga, selama beberapa bulan saja. Kedekatan yang dapat dikategorikan biasa saja sebenarnya, namun mampu membuat hati kami –mungkin hanya aku, berdesir. Aku selalu merasa bahwa pria itu selalu memperhatikanku dan selalu memberikan perhatian lebih padaku. Pernah suatu saat dia menyuruh beberapa teman kami untuk menemaniku di ruang UKS karna memang aku sedang sakit. Dan itu adalah salah satu dari sekian banyak perhatian yang tak ia tunjukan langsung padaku. Seiring berjalannya waktu, aku semakin jatuh hati padanya. Bahkan aku sangat begitu menyayangi pria yang kini menyampakkanku itu. Beberapa kali aku sempat menyelamatkan dia dari murka para guru karna memang tingkahnya yang buruk. Namun itu aku lakukan karna aku begitu menaruh hati padanya. Waktu berjalan begitu sangat cepat. Semua, segala hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu, seketika berubah cepat seperti hendak membalikan telapak tangan. Sakit, selama kedekatan ini aku terus saja menanti kapan pria itu akan menyatakan perasaannya padaku. Bodoh, selama kedekatan ini aku terus saja menyangka jika kedekatan ini akan berujung pada sebuah hubungan yang jelas. Namun kenyataannya, kini saling sapa pun tak pernah kita lakukan. Kita dekat, aku berharap, aku di campakkan, dia menjalin hubungan dengan wanita lain. Aku menangis. Sulit.
Harapan palsu. Tawaku pecah jika mengingat banyak hal mengenai beberapa pria yang telah memberikanku harapan palsu. Tawa ? jelas saja, karna di sini aku selalu menjadi wanita penikmat harapan palsu. Sebenarnya tak jauh berbeda dengan ketika aku di campakkan dahulu. Sakit, bahkan kini aku merasa seperti di permainkan. Namun, aku tetap saja menjalankan –permainan, ini karna aku menikmati sebagai wanita penikmat harapan palsu. Dan kini bukan hanya berhari-hari, berbulan-bulan, tapi bertahun-tahun aku menikmati permainan ini. Semua berjalan seperti daun yang terbang terbawa tiupan angin. Namun, semakin lama aku rasa ada perasaan yang salah dengan apa yang aku jalani selama ini, aku wanita dan butuh kepastian. Telah banyak cara aku lakukan untuk membuat para pria pemberi harapan palsu itu agar segera memperjelas hubungan kami. Namun, sepertinya semua percuma. Yang dapat aku tangkap mereka hanyalah ingin mempermainkanku saja. Kami dekat, kami tertawa, dia memberi harapan, aku meminta kepastian, dia meninggalkan, aku menangis. Rumit.
Menjadi yang kedua. Menjadi yang kedua dengan diduakan itu adalah hal yang sebenarnya sama-sama menjadi beban mental. Mungkin sebagian orang selalu beranggapan bahwa kami –para selingkuhan, adalah wanita gatal, perusak suatu hubungan, tak punya hati, dan akan selalu merasa bahagia walau itu hasil merebut, bahkan mereka tak jarang selalu menyumpahkan karma pada kami. Aku –dan semua selingkuhan, selalu terima atas pendapat yang keluar dari mulut mereka, karna aku yakin semua orang memiliki pendapat yang sama. Bahkan bagi kami sebagai selingkuhanpun kadang tak enak hati atas status yang sedang kami sandang ini.
Aku tak sepenuh hati mencintai pria yang sedang menjadikanku teman dekat selain kekasihnya itu. Banyak alasan ketika aku menerimanya sebagai pria yang tak pantas sebenarnya aku katakan sebagai kekasih. Dan salah satu alasan terbodoh itu adalah, aku merasa begitu sakit hati karna pria yang selalu aku tunggu kepastiannya, kini telah menjalin suatu hubungan dengan wanita lain. Pria –yang menjadikanku selingkuhannya itu, selalu mengingatkan bahwa aku tak boleh menghubunginya duluan, aku harus menunggu dia yang menghubungiku. Dan dia selalu mengatakan bahwa kami hanya mampu berkomunikasi, bertemu itu hanya saat malam datang, dan untuk itu aku memanggilnya ‘kunang-kunang’. Aku tak pernah meminta ‘kunang-kunang’ itu untuk menjadikanku yang pertama dan memutuskan hubungan dengan kekasihnya. Aku hanya ingin, jika wanita yang menjadi selingkuhannya itu adalah aku saja, mudah. Selain ‘kunang-kunang’, pria yang jujur saja sampai detik ini masih begitu aku cintaipun sempat menjadikan aku sebagai teman dekatnya, dan menyembunyikan aku dari kekasihnya. Tak ada aturan untuk kami bertemu dan berkomunikasi hanya pada malam hari, kami bebas bertemu dan berkomunikasi kapanpun. Namun disini aku benar-benar meminta kepastian atas hubungan kami. Dia sempat berkelit, bahkan menghindar. Aku tak memaksa dan tak berbuat apa-apa. Kami dekat, kami bahagia, namun semu. Sebuah Kesalahan.
Aku tidak mau jika harus menjadi seorang remaja yang merasa paling menderita atas masalah percintaan ini. Karna aku yakin diluar sana banyak yang senasib atau bahkan merasa lebih pahit atas pengalaman cinta semasa menjadi murid SMA. Masa-masa dimana mereka katakan begitu indah dengan bumbu-bumbu kisah kasih yang tak akan terlupa.
Aku tahu, banyak kesalahan, banyak dosa yang sebenarnya telah aku perbuat, mungkin ini adalah balasan dari Tuhan. Namun aku tak mau jika harus mengkambing hitamkan dan menyalahkan Tuhan.
Semoga Tuhan tak marah padaku.
Semoga karma tak menghantuiku.
dan Semoga aku tak pernah trauma dengan cinta yang pahit.